56. AL WALIYYU (Dzat Yang Maha Melindungi) Setelah perhitungan dipadang mahsyar diselesaikan, maka semua manusia akan melewati jembatan shirathal mustaqim yang terletak diatas neraka. Ada yang melewatinya secepat kilat, ada yang berjalan kaki, ada yang merangkak dan ada yang terjatuh masuk kedalam neraka. Semua itu disesuaikan dengan keimanan dan ketaqwaannya selama didunia. Sesuai surat Maryam (19) : 71, 72 71. Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. 72. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. Jembatan Shiratal Mustaqim artinya adalah jembatan yang lurus, sehingga yang bisa lewat dengan selamat hanyalah orang-orang yang menempuh jalan yang lurus didunia. Jika didunia tidak menempuh jalan yang lurus, maka tidak akan bisa melewatinya dengan selamat. Dengan kata lain orang-orang yang bisa melewati jembatan Shirathal Mustaqim dengan selamat adalah orang-orang yang menempuh jalan yang lurus selama hidupnya didunia, yaitu jalan yang telah disyareatkan oleh Allah Ta'ala dan RasulNya didalam Al Qur’an dan Al Hadits. Oleh sebab itu bagi orang-orang yang tidak mau menerima petunjuk, maka disana nanti dia akan menjadi buta sehingga tidak akan mungkin bisa selamat. Karena Allah Ta'ala tidak akan menunjukinya jalan kesyurga. Sedangkan bagi Dia, bertaqwa dan mau menerima petunjuk, maka Allah Ta'ala akan menunjukinya jalan kesyurga. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak kita melakukan ketaqwaan dan seberapa banyak kita melakukan kefasikan? Karena Allah Ta'ala hanya akan melindungi orang-orang yang beriman dan bertaqwa dari azab api neraka. B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang selamat didalam melewati jembatan Shiratal Mustaqim. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa apabila dia menempuh jalan yang lurus didunia (bertaqwa), maka Allah Ta'ala akan melindunginya sehingga bisa selamat pada saat melewati jembatan Shirathal Mustaqim. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia ingin sekali mendapatkan perlindungan Allah Ta'ala diakhirat kelak, yaitu diselamatkan pada saat melewati jembatan Shirathal Mustaqim. Oleh sebab itu dia akan menempuh jalan yang lurus (bertaqwa) sesuai dengan apa yang telah disyareatkan oleh Allah Ta'ala dan RasulNya. Dan dia akan mengorbankan apapun untuk menempuh jalan yang lurus tersebut. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, bimbinglah kami kejalan yang lurus yaitu jalan yang Engkau ridhoi. F. Sikap Orang Bertawakkal Yang penting dia telah menempuh jalan yang lurus sesuai dengan Al Qur’an dan Al Hadits, sedangkan masalah hasilnya dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. G. Sikap Orang Mukhlis Setelah dia mengorbankan apapun untuk melakukan ketaqwaan (menempuh jalan lurus), biasanya dia akan mendapatkan tantangan-tantangan. Bisa dari keluarganya sendiri, teman-temannya dan orang lain. Akan tetapi semua itu dia terima dengan ikhlas. Yang penting Allah Ta'ala ridho kepadanya, sehingga diakhirat kelak dia bisa selamat. H. Sikap orang-orang yang telah menteladai Asma’ Al Waliyyu Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tingkat ketaqwaan, tetapi terlebih dahulu ia harus mengupayakan keimanan. Karena ia yakin bahwa Allah hanya menyelamatkan orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Kemudian terhadap sesama manusia, ia selalu mengajak manusia agar mengupayakan keimanan dan ketaqwaan. Dan ia juga berusaha dengan sungguh-sungguh untuk membantu manusia untuk memperoleh keimanan. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Waliyyu Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu didalam membantu manusia agar mereka selalu berada dijalan yang lurus. Agar mereka mengetahui bahwa sesungguhnya apabila mereka ingin selamat diakhirat kelak, maka mereka harus berlaku lurus didunia, yaitu menjalankan segala perintah-Mu dan sunnah Rasul-Mu.